Things To Remember
26 Jul 2009 Leave a Comment
in Hello World!
Ingat apa kata para pahlawan di film-film hollywood?
“People will remember our name trough decades”
Yah, tapi aku bukan King Arthur yang berhasil mengalahkan pasukan Anglo Saxon, bukan juga 300 pasukan Sparta yang mengalahkan jutaan pasukan persia. Aku hanyalah gadis biasa yang berasal dari suatu tempat yang tak tercantumkan di peta Indonesia keluaran terbaru.
Semuanya berjalan begitu saja, hidup berjalan seperti yang sudah direncanakan, dan tahu-tahu aku sudah mendapati diriku menjadi tak berarti. Di usia yang telah beranjak, tapi di tempat yang sama.
Hmm, mungkin klise. Tapi saat aku mulai menulis inipun, aku mulai sadar kalau sekarang pun aku bisa menebak apa yang akan terjadi dalam hidupku di masa yang akan datang. Bekerja, menikah, mengurus anak, dan akhirnya menjadi tua dan sendirian di tempat yang sama
Lalu apa yang spesial? Tidak ada!
Setidaknya, sebelum masa itu datang aku ingin melakukan sesuatu. Sesuatu yang bisa kuceritakan untuk anak-anak dan cucu-cucuku. Hingga suatu hari nanti aku bisa dengan bangga mengucapkan pada mereka, “Ingat saat….”
Aku benar-benar tidak ingin namaku di sebut sampai beberapa dekade mendatang. Aku hanya ingin merasakan hidup. Lalu apa selama ini aku tak hidup?
Aku hidup! Tapi terkungkung dalam kehampaan dan segala norma kehidupan. Aku hanya ingin bebas! Melebarkan sayapku dan menjelajah seluruh dunia. Seperti burung yang tak pernah punya beban, hanya dianugerahi sebuah kebebasan lewat sayapnya.
Tapi selangkah pun, aku belum mulai. Masih saja berjalan di tempat mengurusi segala masalah keluarga, dan teman. Mungkin sebentar lagi. Dan hingga saat itu tiba, aku ingin kalian menjadi bagian dari perjalananku. Merasakan bagaimana aku bernafas selagi aku fana, dan terbebas dari kehampaan yang telah membelengguku.
Karena aku tak ingin melakukan perjalanan ini sendirian.
London’s Real Diagon Alley
19 Jul 2009 Leave a Comment
Bagi para pencinta Harry Potter, pastinya tahu tentang satu tempat bernama Diagon Alley. Sebuah gang kecil tempat sederetan toko yang menjual peralatan sihir untuk penyihir dan para murid Hogwarts.
Diagon Alley di Dunia Harry Potter
Tapi, apakah tempat seperti ini memang benar-benar ada di dunia nyata? Tentu saja! The real Diagon Alley is take a place in London, the city of witches! Banyak sekali gang-gang sejenis ini tersebar di seluruh jantung kota. Setiap tempat memiliki ciri khas yang berbeda serta bangunan-bangunan bergaya victorian yang kuat.
Untuk menjelajahinya, sama sekali tidak diperlukan tongkat sihir, cukup dengan sepatu sneakers yang jika dipakai terasa nyaman di kaki.
Sebelah timur jalan St Martins Lane, ada sebuah gang kecil dengan papan nama bertuliskan “Goodwin’s Court”. Jangan menilai dari penampilan luarnya. Ini memang hanya sebuah gang yang tak banyak diperhatikan orang di jantung kota London, tapi cermati setiap bata penyusun bagunannya dan setiap belokannya. Maka kalian akan menemukan The Real Diagon Alley!




Dimataku yang amatir, tempat ini sungguh menakjubkan! Sebuah gang sempit yang setiap bangunanya bergaya victoria, jendela-jendelanya yang masih terbuat dari kayu, pintu yang highly polish, bahkan masih lengkap dengan pengetuk pintu berbentuk kepala singa.
Jangan kira kalau tempat ini menggunakan listrik untuk penerangan jalannya. Ada tiga buah lampu tradisional yang masih bekerja di sepanjang Goodwin’s Court, dan hebatnya lagi, ketiga-tiganya menggunakan gas. Atmosfir tempat ini akan membawa kita kembali ke masa abad bertengahan.
Gas Lamp di Goodwin’s Court
Menurut sejarah, dulunya tempat ini bernama Fishers Alley. Dibangun pada tahun 1627, dan kemudian berganti nama menjadi Goodwin’s Court tahun 1690 sampai sekarang.
Terlepas dari nilai historinya, Goodwin’s Alley layak untuk dikunjungi disamping Trafalgar Square dan Buckingham Palace. Bukan karena sejarahnya, melainkan karena berdus-dus pengalaman nostalgia abad 17.
Perbedaan Bitmap dan Vektor
19 Jul 2009 Leave a Comment
in Uncategorized
Gambar Bitmap
Gambar bitmap atau yang sering juga disebut raster adalah gambar yang terdiri dari sekumpulan titik-titik (pixel) yang berdiri sendiri dan mempunyai warna sendiri pula yang membentuk sebuah gambar.
Gambar bitmap sangat bergantung pada resolusi. Jika gambar diperbesar maka gambar akan tampak kurang halus sehingga mengurangi detailnya. Selain itu gambar bitmap akan mempunyai ukuran file yang lebih besar. Semakin besar resolusi gambar akan semakin besar pula ukuran filenya.

Gambar dengan tampilan 100% dan gambar dengan tampilan 500%
Contohnya adalah pada gambar di atas. Gambar kiri merupakan gambar yang asli dengan tampilan 100% sedangkan gambar yang kanan adalah gambar yang sudah diperbesar. Gambar yang kanan kelihatan kurang halus (kotak-kotak) setelah diperbesar 500%.Contoh software yang berbasis bitmap adalah Adobe Photoshop, Paint, CorelPhotoPaint, dan lain-lain.
Gambar Vektor
Gambar vektor adalah gambar yang dibuat dari unsur garis dan kurva yang disebut vektor. Kumpulan dari beberapa garis dan kurva ini akan membentuk suatu obyek atau gambar.
Gambar vektor tidak tergantung pada resolusi. Kita dapat memperbesar atau memperkecil ukuran gambar tanpa kehilangan detail gambarnya. Disamping itu gambar vektor akan mempunyai ukuran file yang lebih kecil dan dapat diperbesar atau diperkecil bentuknya tanpa merubah ukuran filenya.

Gambar dengan tampilan 100% dan gambar dengan tampilan 500%
Contohnya adalah pada gambar di atas. Gambar yang kiri merupakan gambar yang asli sedangkan gambar yang kanan adalah gambar yang sudah diperbesar. Gambar yang kanan masih kelihatan halus walaupun sudah diperbesar 500%. Software yang digunakan untuk membuat gambar vektor antara lain CorelDRAW, Macromedia Freehand, Adobe Illustrator, dan lain-lain.
Source : edipsw
NB: Pak Abi (guru mapel TIK), maaf kalo sedikit mbulet mencarinya. Dikasih nilai 100 ya pak!
ANUGERAH PLANET MUZIK 2009
19 Jul 2009 1 Comment
in Events

Untuk ke sembilan kalinya, ajang pengahraan Anugerah Planet Muzik digelar. Ajang yang menyatukan musisi dari tiga negara serumpun yaitu Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu digelar di Jakarta Convention Center itu digelar pada Sabtu, 18 Juni kemarin.
Acaranya sendiri cukup spektakuler. Disiarkan secara langsung dari 4 termasuk Brunei Darussalam. Juga dimeriahkan oleh musisi-musisi Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Diantaranya, Bunga Citra Lestari, Afgan, Dewi Sandra, Nidji, ST12, Kotak, Kuburan, Yovie N’ Nuno, Siti Nurhaliza, Hujan, Faizal Tahir, Reshmanu, Aizat, Ayu, Stacy, Alif Aziz, Hady Mirza, Taufik Batisah, Didicazly, dan Nana
APM ’09 baru pertama kali diadakan di Indonesia, dan yang lebih menggembirakan, para pemenang didominasi oleh musisi-musisi Indonesia (Daftar lengkap lihat di bawah). Berbanggalah kita sebagai warga Indonesia!

Band GIGI dari Indonesia bahkan mendapat penghargaan khusus APM yang diberi nama Anugerah Khas Planet Muzik untuk dedikasi GIGI dalam dunia musik. Penghargaan khusus lain adalah Anugerah Cinta Planet Muzik yang diterima pemusik Dik Doank yang aktif dalam kegiatan sosial. Afgan dengan album Confession No.1 meraih dua gelar sekaligus dalam Kategori Terbaik pilihan dewan juri sebagai Best Male Artiste/ Artis Lelaki Terbaik dan sebagai Best Album/ Album Terbaik. Yovie & Nuno juga mendapatkan 2 penghargaan sebagai Best Duo/ Group dan Artis Populer dari Indonesia bersama Hady Mirza (Singapura) dan Siti Nurhaliza (Malaysia). Penerima penghargaan kategori Terbaik alain dari Indonesia lainnya antara lain NIDJI (Laskar Pelangi) sebagai Best Song, Dewiq-Ipang dalam Kolaborasi Terbaik Dalam Lagu, Kotak sebagai New Duo/ Group dan Bunga Citra Lestari sebagai Best Female Artist.
Ada yang lucu dengan APM tahun ini. Kalau dalam MTV Movie Awards yang lalu ada ass accident-nya Sascha Baron, di APM kemarin ada juga kejadian seperti itu. More
Eleanor Goes To Sheffield, England
18 Jul 2009 Leave a Comment
in Imaginary
Busku jauh meninggalkan Sheffield, Inggris. Sepanjang jalan terhampar padang rumput luas yang diisi kuda-kuda yang sedang merumput, ladang Bunga Matahari, rumah-rumah penduduk yang berjahuan satu sama lain serta jalanan kosong yang hanya dilewati sebuah bus—busku.
Sesekali terdengar bunyi gesekan pintu besi yang sudah reyot disertai erangan mesin bus. Tak lebih dari sepuluh orang dalam bus, dan semuanya terjaga oleh hamparan ladang bunga matahari dan anggur di sepanjang jalan. Tubuh mereka bergerak-gerak mengikuti irama bus yang melaju dengan kecepatan sedang.
Jauh di pedalaman Inggris…Aku mengalami senja yang muram.
Sinar matahari yang menimpa wajahku berpendar keemasan. Aku melorotkan dudukku, bersandar pada sandaran kursi bus yang keras dan hangat, memakai penutup kepala yang ada di jaketku lalu kembali menatap keluar jendela. Selain perjalanan tanpa tujuan ini, aku lebih suka memandangi desa di pedalaman Inggris yang misterius.
Kehidupan serasa berjalan lambar disini. Sesuatu yang seringkali menjadi inspirasi banyak penulis, kata Paul B Horton di bukunya yang menjadi pengantar sosiologi masa kini. More