London’s Real Diagon Alley

Bagi para pencinta Harry Potter, pastinya tahu tentang satu tempat bernama Diagon Alley. Sebuah gang kecil tempat sederetan toko yang menjual peralatan  sihir untuk penyihir dan para murid Hogwarts.

Diagon Alley in Harry Potter worldDiagon Alley di Dunia Harry Potter

Tapi, apakah tempat seperti ini memang benar-benar ada di dunia nyata? Tentu saja! The real Diagon Alley is take a place in London, the city of witches! Banyak sekali gang-gang sejenis ini tersebar di seluruh jantung kota. Setiap tempat memiliki ciri khas yang berbeda serta bangunan-bangunan bergaya victorian yang kuat.

Untuk menjelajahinya, sama sekali tidak diperlukan tongkat sihir, cukup dengan sepatu sneakers yang jika dipakai terasa nyaman di kaki.

Sebelah timur jalan St Martins Lane,  ada sebuah gang kecil dengan papan nama bertuliskan “Goodwin’s Court”. Jangan menilai dari penampilan luarnya. Ini memang hanya sebuah gang yang tak banyak diperhatikan orang di jantung kota London, tapi cermati setiap bata penyusun bagunannya dan setiap belokannya. Maka kalian akan menemukan  The Real Diagon Alley!

2893355278_7bc03dcd22

goodwins-court-04

goodwins-court-02

goodwins-court-01

Dimataku yang amatir, tempat ini sungguh menakjubkan! Sebuah gang sempit yang setiap bangunanya bergaya victoria, jendela-jendelanya yang masih terbuat dari kayu, pintu yang highly polish, bahkan masih lengkap dengan pengetuk pintu berbentuk kepala singa.

Jangan kira kalau tempat ini menggunakan listrik untuk penerangan jalannya. Ada tiga buah lampu tradisional yang masih bekerja di sepanjang Goodwin’s Court, dan hebatnya lagi, ketiga-tiganya menggunakan gas. Atmosfir tempat ini akan membawa kita kembali ke masa abad bertengahan.

2893355286_f4defe3954_m Gas Lamp di Goodwin’s Court

Menurut sejarah, dulunya tempat ini bernama Fishers Alley. Dibangun pada tahun 1627, dan kemudian berganti nama menjadi Goodwin’s Court tahun 1690 sampai sekarang.

Terlepas dari nilai historinya, Goodwin’s Alley layak untuk dikunjungi disamping Trafalgar Square dan Buckingham Palace. Bukan karena sejarahnya, melainkan karena berdus-dus pengalaman nostalgia abad 17.

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.