Reinkarnasi Eleanor
09 May 2010 Leave a Comment
Tiga bulan berlalu sejak terakhir kali aku menulis di Serba Terakhir. Aku terhimpit dalam sebuah tekanan. Hidup diantara bayang-bayang UN, bimbel, serta tumpukan-tumpukan soal ujian masuk PTN. Serasa sulit bernapas tiap harinya sampai-sampai hampir tak ada waktu untuk menulis, yang kata seseorang kepadaku adalah bentuk penyaluran rasa dan karsa dari dalam hati.
Namun, saat satu per satu tekanan itu menguap, saat UN selesai dan aku lulus dengan nem 50,75, serta di saat waktu menjadi kelonggaran tiap harinya, aku merasakan hasrat untuk menulis kembali. Kurindukan suara renyah keyboard saat aku mengetik dengan cepat dan juga sensasi saat aku tersenyum puas melihat tulisanku terposting dengan apik di wordpress.
Aku ingin memulai kembali. Tapi dengan sesuatu yang berbeda.
Sudahkan aku menceritakan tentang film Julie and Julia? Tentu saja belum. Film itu bercerita tentang Julie Powell yang keranjingan menulis di blog tentang hobi memasaknya, sebagai bentuk pelarian setelah seharian bekerja. Lalu aku berpikir, apakah pelarianku?
Aku menunggu, melamun berhari-hari untuk menemukan bentuk pelarian yang tepat, sesuatu yang pantas untuk dimasukkan dalam blog. Namun aku tak bisa menemukannya sedangkan hasrat menulis ini tak lagi bisa dibendung, inspirasi yang terus datang tak lagi bisa dikuasai oleh catatan kecil di buku.
Hingga di suatu sore yang hangat saat aku berwifi ria di kantor kecamatan, seorang teman lewat Yahoo Messenger memberitahuku bahwa kita tidak perlu sebuah alasan untuk menulis, kita tak membutuhkan waktu yang tepat untuk menulis. “Menulislah untuk dirimu sendiri, jadikan itu sebuah terapi bagi diri sendiri, proses detoksifikasi dari racun kehidupan yang menyerang tiap harinya.” Begitu katanya.
Sampai kemudian disinilah aku, sampai di layar komputer kalian masing-masing dalam deretan kata dan paragraf. Mungkin aku tak punya blog petualangan seperti menjelajah Eropa atau juga foto-foto menakjubkan tentang keindahan alam, aku juga tak memiliki target untuk dicapai dalam blog ini seperti halnya Julie Powell. Tetapi aku punya diriku sendiri, sebuah petualangan diri sendiri dalam pencarian jati diri.
Pemikiran-pemikiran yang tercecer dirangkum dalam satu halaman. Tentang dunia yang kukenal dan pendapatku tentangnya.
Melihat dunia lewat belakang punggungku.