Eleanor Goes To Sheffield, England

Busku jauh meninggalkan Sheffield, Inggris. Sepanjang jalan terhampar padang rumput luas yang diisi kuda-kuda yang sedang merumput, ladang Bunga Matahari, rumah-rumah penduduk yang berjahuan satu sama lain serta jalanan kosong yang hanya dilewati sebuah bus—busku.

Sesekali terdengar bunyi gesekan pintu besi yang sudah reyot disertai erangan mesin bus. Tak lebih dari sepuluh orang dalam bus, dan semuanya terjaga oleh hamparan ladang bunga matahari dan anggur di sepanjang jalan. Tubuh mereka bergerak-gerak mengikuti irama bus yang melaju dengan kecepatan sedang.

Jauh di pedalaman Inggris…Aku mengalami senja yang muram.

Sinar matahari yang menimpa wajahku berpendar keemasan. Aku melorotkan dudukku, bersandar pada sandaran kursi bus yang keras dan hangat, memakai penutup kepala yang ada di jaketku lalu kembali menatap keluar jendela. Selain perjalanan tanpa tujuan ini, aku lebih suka memandangi desa di pedalaman Inggris yang misterius.

Kehidupan serasa berjalan lambar disini. Sesuatu yang seringkali menjadi inspirasi banyak penulis, kata Paul B Horton di bukunya yang menjadi pengantar sosiologi masa kini. More

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.